5 Langkah Penting Menyikapi Kerja Sama Pajak RI Singapura

November 5, 2026

Kerja sama pajak RI Singapura terkait transfer pricing dan misinvoicing pada layar laptop.

5 Langkah Penting Menyikapi Kerja Sama Pajak RI Singapura

Kerja sama pajak RI Singapura menjadi perhatian setelah kedua negara sepakat menindaklanjuti isu transfer pricing dan misinvoicing. Kesepakatan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto, sebagaimana diberitakan DDTCNews pada 4 November 2026.

Pembahasan ini berkaitan dengan upaya mewujudkan keadilan pemajakan dan persaingan pajak yang adil. Bagi pelaku usaha, perkembangan tersebut menjadi pengingat untuk menjaga kelengkapan dokumen dan konsistensi pencatatan transaksi.

Perusahaan dapat memulainya dengan pemeriksaan sederhana: apakah invoice sesuai dengan transaksi, apakah pembayaran dapat ditelusuri, dan apakah kontrak pendukung mudah ditemukan?

Kerja Sama Pajak RI Singapura Menyoroti Dua Isu

Menurut Bimo, transfer pricing dan misinvoicing telah menjadi perhatian Indonesia serta Singapura. Kedua negara memandang perlunya tindak lanjut atas isu tersebut.

Pemberitaan itu juga mengulas pembahasan pembentukan satuan tugas bernama Joint Task Force on Strengthening Business Responsibilities.

Rencana satgas tersebut awalnya ditujukan untuk mendukung penindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat diperluas untuk menangani praktik underinvoicing oleh korporasi.

Karena itu, status pembahasannya perlu dibaca dengan tepat. Rencana perluasan tersebut tidak berarti seluruh mekanisme penanganan underinvoicing sudah berjalan.

Laptop menampilkan transfer pricing dan misinvoicing sebagai dua isu yang menjadi perhatian Indonesia dan Singapura.

Rencana Koordinasi dan Pertukaran Informasi

Dalam pembahasan satgas, bentuk koordinasi yang disebut mencakup pertukaran informasi, intelijen keuangan, pengumpulan bukti lintas batas, serta pemulihan aset jika memungkinkan.

Singapura turut menyatakan dukungan terhadap pembentukan satgas tersebut. Wadah ini direncanakan membantu koordinasi dan pertukaran informasi mengenai korporasi yang terlibat dalam karhutla.

Konteks tersebut menunjukkan hubungan antara pembahasan tanggung jawab bisnis lintas negara dan harapan perluasan kerja sama pada isu lainnya.

Laptop menampilkan rencana satgas bersama Indonesia–Singapura untuk mendukung penindakan karhutla.

Mengapa Dokumen Transaksi Perlu Disiapkan?

Di luar perkembangan berita, perusahaan perlu memiliki dokumen yang menjelaskan kegiatan usahanya secara runtut.

Invoice mencatat tagihan, kontrak menjelaskan kesepakatan, sedangkan bukti pembayaran membantu menelusuri pelunasan. Dokumen pengiriman atau bukti penyelesaian pekerjaan dapat melengkapi penjelasan mengenai pelaksanaan transaksi.

Apabila dokumen tersebut tersebar di beberapa tempat, proses pemeriksaan internal akan membutuhkan waktu lebih lama. Tim juga berpotensi kehilangan konteks ketika staf yang menangani transaksi sudah berpindah tugas.

Sebaliknya, arsip yang tertata membantu perusahaan menjawab pertanyaan berdasarkan bukti. Tim dapat mengetahui pihak yang bertransaksi, barang atau jasa yang diberikan, nilai transaksi, serta waktu pembayarannya.

Langkah Administrasi Menyikapi Kerja Sama Pajak RI Singapura

Pelaku usaha dapat menggunakan perkembangan ini sebagai momentum untuk meninjau administrasi. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi dan dokumen perusahaan, tanpa langsung menyimpulkan adanya kesalahan.

1. Cocokkan Invoice dengan Transaksi

Periksa nama pihak, tanggal, uraian barang atau jasa, jumlah, harga, dan nilai tagihan.

Jika terdapat perubahan, simpan dokumen yang menjelaskan penyebabnya. Misalnya, perubahan jumlah pesanan, penyesuaian pekerjaan, diskon, atau retur perlu memiliki catatan pendukung yang dapat ditelusuri.

2. Hubungkan Pembayaran dengan Tagihan

Buat hubungan yang jelas antara invoice dan pembayaran terkait. Satu pembayaran dapat mencakup beberapa tagihan, sementara satu tagihan juga dapat dilunasi melalui beberapa pembayaran.

Karena itu, jangan hanya mencocokkan nominal secara sekilas. Catat referensi pembayaran dan bagian tagihan yang dilunasi agar pemeriksaan berikutnya lebih mudah.

3. Simpan Kontrak dan Dokumen Pendukung

Kelompokkan kontrak, pesanan pembelian, invoice, bukti pengiriman, serta bukti pembayaran berdasarkan transaksi atau pihak terkait.

Gunakan pola penamaan file yang konsisten. Cantumkan informasi yang membantu pencarian, seperti tanggal, nama pihak, dan nomor dokumen.

Pastikan anggota tim yang berwenang mengetahui lokasi penyimpanannya.

4. Petakan Transaksi Afiliasi

Buat daftar transaksi dengan pihak afiliasi yang perlu ditinjau. Sertakan pihak terkait, jenis transaksi, periode, nilai, dan dokumen pendukung yang tersedia.

Pemetaan ini membantu perusahaan menentukan data apa yang masih perlu dikumpulkan. Pembahasan lebih lanjut mengenai perlakuan pajaknya perlu mempertimbangkan keadaan transaksi dan ketentuan yang relevan.

5. Catat Selisih dan Pertanyaan Terbuka

Apabila ada perbedaan antara kontrak, invoice, pembukuan, dan pembayaran, buat daftar pemeriksaan.

Tulis pertanyaannya secara spesifik. Contohnya, mengapa nilai pembayaran berbeda atau dokumen apa yang menjelaskan perubahan harga?

Tetapkan penanggung jawab untuk setiap pertanyaan. Perbarui statusnya setelah memperoleh bukti, sehingga pekerjaan tidak dianggap selesai hanya berdasarkan perkiraan.

Checklist Dokumen Transaksi Usaha

Gunakan checklist berikut saat melakukan peninjauan internal:

  • Kontrak atau kesepakatan transaksi tersedia.
  • Invoice memuat rincian yang dapat dipahami.
  • Bukti pembayaran dapat dihubungkan dengan tagihan.
  • Bukti pengiriman atau penyelesaian pekerjaan tersimpan.
  • Perubahan nilai memiliki penjelasan pendukung.
  • Transaksi afiliasi sudah dipetakan.
  • Dokumen yang belum lengkap memiliki catatan tindak lanjut.

Checklist ini membantu penataan administrasi. Kelengkapan dokumen tetap perlu dinilai sesuai karakter transaksi masing-masing perusahaan.

Pertanyaan Seputar Kerja Sama Pajak RI Singapura

Apa isu utama yang dibahas?

Isu yang disampaikan dalam pemberitaan adalah transfer pricing dan misinvoicing, dengan tujuan mendukung keadilan pemajakan serta persaingan pajak yang adil.

Apakah rencana satgas langsung berfokus pada underinvoicing?

Rencana satgas awalnya berkaitan dengan penindakan karhutla. Kerja sama tersebut diharapkan dapat diperluas untuk menangani underinvoicing.

Apa langkah awal yang bisa dilakukan perusahaan?

Mulailah dengan mencocokkan invoice, kontrak, pencatatan, dan pembayaran. Catat dokumen yang belum tersedia serta pertanyaan yang masih memerlukan penjelasan.

Tinjau Dokumen Transaksi Bersama Zivlin Tax

Perkembangan kerja sama pajak RI Singapura menjadi pengingat untuk menjaga kelengkapan invoice, kontrak, bukti pembayaran, dan pencatatan transaksi afiliasi.

Administrasi yang rapi membantu perusahaan memahami datanya sendiri sebelum melakukan pembahasan lebih lanjut dengan pihak terkait.

Perlu bantuan meninjau dokumen transaksi dan administrasi perpajakan usaha Anda? Hubungi Zivlin Tax untuk mendiskusikan kebutuhan konsultasi dan pendampingan perpajakan.

Kunjungi www.zivlintax.com untuk informasi layanan selengkapnya.

Referensi

DDTCNews — RI-Singapura Sepakat Tindak Lanjuti Transfer Pricing dan Misinvoicing, diterbitkan pada 4 November 2026.

Bagian checklist dan penataan dokumen merupakan materi edukasi administrasi dari Zivlin Tax.

Naufal Rabbani