Bogor – Pemerintah masih terus mencari formulasi terbaik untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor sumber daya alam (SDA), setelah rencana kenaikan tarif royalti tambang serta pungutan bea keluar batu bara dan nikel resmi ditunda. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia guna membahas langkah strategis untuk memperkuat penerimaan negara, khususnya dari sektor migas dan energi.

Sumber : zivlintax.com
Menurut Purbaya, pembahasan tersebut bukan fokus pada subsidi energi, melainkan bagaimana pemerintah dapat meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor SDA. “Kami membahas rencana Menteri ESDM untuk memperkuat pendapatan atau PNBP dari sektor migas. Cukup baik saya pikir,” ujar Purbaya. Meski belum membeberkan detail kebijakan yang sedang disiapkan, Purbaya memberi sinyal bahwa pemerintah tengah menyiapkan strategi lain di luar kenaikan royalti dan bea keluar komoditas tambang.
Proyek Gas Andaman Jadi Sorotan
Salah satu proyek yang disebut dalam pembahasan adalah rencana pipanisasi gas dari Blok Andaman di Aceh menuju Pulau Sumatera hingga Jawa. Menurut Purbaya, proyek tersebut dinilai sangat strategis karena bukan hanya berkaitan dengan ketahanan energi nasional, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
Jika terealisasi, distribusi gas dari Andaman ke berbagai wilayah dinilai dapat memperkuat pasokan energi nasional sekaligus membuka aktivitas ekonomi baru di daerah yang dilalui proyek tersebut. “Dari field Andaman selesai, bisa ditransfer gasnya langsung ke Sumatera dan Jawa, ini proyek yang bagus sekali,” katanya. Pemerintah tampaknya melihat sektor energi tidak hanya sebagai sumber penerimaan negara, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi jangka panjang.
Kenaikan Royalti dan Bea Keluar Masih Ditunda
Sebelumnya, pemerintah sempat mewacanakan kenaikan tarif royalti pertambangan, serta pengenaan bea keluar ekspor batu bara dan nikel. Kebijakan tersebut awalnya dirancang untuk memanfaatkan momentum tingginya harga komoditas global sekaligus membantu menopang penerimaan negara dan beban subsidi energi. Namun rencana tersebut akhirnya ditunda berdasarkan diskresi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Meski begitu, Purbaya menegaskan pemerintah tetap optimistis penerimaan negara dari sektor SDA akan meningkat melalui kebijakan lain yang saat ini sedang disiapkan. “Tanpa itu pun pendapatan kami akan meningkat,” ujarnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah kemungkinan sedang mengarah pada pendekatan yang lebih strategis dan jangka panjang dibanding sekadar menaikkan pungutan ekspor atau royalti.
Sinyal Penguatan Penerimaan Negara
Di tengah tekanan global dan kebutuhan belanja negara yang terus meningkat, pemerintah memang sedang sangat fokus menjaga penerimaan negara. Belakangan, berbagai langkah penguatan penerimaan mulai terlihat, baik dari sektor perpajakan, kepabeanan dan cukai, hingga optimalisasi PNBP sektor SDA.
Karena itu, sektor energi, pertambangan, dan komoditas diperkirakan akan tetap menjadi perhatian besar pemerintah dalam beberapa waktu ke depan. Bagi pelaku usaha di sektor SDA, kondisi ini menjadi sinyal penting bahwa: pengawasan, evaluasi kebijakan fiskal, hingga potensi perubahan pungutan dan kewajiban ke depan masih sangat dinamis.
Singkatnya, meski kenaikan royalti dan bea keluar tambang belum jadi diterapkan, pemerintah tampaknya belum berhenti mencari cara untuk memperkuat penerimaan negara dari sektor sumber daya alam.

Konsultan pajak murah bukan berarti asal-asalan.
Dapatkan pendampingan pajak yang jelas, aman, dan sesuai kebutuhan bisnis Anda.
📞 Whatsapp: 0811-1330-812
📱 Instagram & TikTok: @zivlin.tax
Zivlin Tax – Pajak Jadi Lebih Mudah, Hidup Lebih Tenang

